Sabtu, 22 April 2023

Gaya Investasi Carl Icahn

 



Carl Icahn adalah seorang pengusaha, investor, dan aktivis korporat yang terkenal di dunia bisnis. Ia lahir di Queens, New York pada tahun 1936. Ia memulai karirnya di bidang investasi pada tahun 1961 ketika ia mendirikan perusahaan investasi Icahn & Co.

Carl Icahn terkenal karena strategi investasi dan aktivisme korporatnya yang agresif. Ia memiliki reputasi sebagai investor yang cerdas dan berani yang tidak takut untuk membeli saham perusahaan yang undervalued (dihargai rendah) dan memaksa manajemen perusahaan untuk melakukan perubahan untuk meningkatkan nilai saham.

Beberapa investasi terkenal Carl Icahn di antaranya adalah perusahaan perbankan American Savings & Loan, perusahaan penerbangan TWA, dan perusahaan perangkat lunak Apple. Ia juga terkenal karena perangkat lunak yang diciptakannya, yang disebut "Shareholder's Rights Plan" atau "poison pill," yang dirancang untuk menghambat upaya pengambilalihan perusahaan yang tidak diinginkan.

Kekayaan bersih Carl Icahn pada tahun 2022 diperkirakan mencapai sekitar $18 miliar USD, menurut Forbes. Carl Icahn masih aktif dalam dunia bisnis dan investasi hingga saat ini.

Gaya investasi Carl Icahn terkenal sangat agresif dan berfokus pada melakukan investasi di perusahaan yang undervalued (dihargai rendah) dan kemudian melakukan aktivisme korporat untuk meningkatkan nilai saham perusahaan tersebut.

Secara umum, strategi investasi Carl Icahn meliputi:

  1. Membeli Saham Perusahaan yang Undervalued: Ia mencari perusahaan yang memiliki nilai saham lebih rendah dari nilai sebenarnya dan kemudian membeli saham tersebut dengan harapan bahwa nilai saham tersebut akan meningkat di masa depan.

  2. Menggunakan Teknik Takeover: Ia juga sering menggunakan teknik takeover dengan membeli saham cukup banyak di sebuah perusahaan, lalu memanfaatkan hak suara untuk mempengaruhi keputusan manajemen perusahaan dan memaksa perusahaan untuk melakukan perubahan yang meningkatkan nilai saham. Ia juga sering mengambil alih perusahaan yang undervalued.

  3. Melakukan Restructuring: Ia sering melakukan restrukturisasi perusahaan yang diakuisisinya dengan cara memecah perusahaan menjadi beberapa bagian, menjual bagian yang tidak efisien, atau melakukan efisiensi operasional dengan memangkas biaya operasional yang tidak diperlukan.

  4. Memanfaatkan Faktor Sentimen Pasar: Ia juga memanfaatkan faktor sentimen pasar, seperti situasi keuangan yang buruk atau ketidakpastian pasar, untuk membeli saham perusahaan dengan harga yang lebih murah dan menunggu harga saham tersebut naik saat situasi pasar membaik.

Gaya investasi Carl Icahn yang agresif dan berfokus pada mencari perusahaan yang undervalued dan melakukan aktivisme korporat telah membawa kesuksesan besar baginya selama beberapa dekade dan membuatnya menjadi salah satu investor dan pengusaha terkemuka di dunia.


Carl Icahn menggunakan gaya investasi agresif dan berfokus pada melakukan aktivisme korporat untuk meningkatkan nilai saham perusahaan karena ia percaya bahwa pasar seringkali tidak efisien dan bahwa banyak perusahaan memiliki potensi yang tidak terlihat oleh pasar.

Ia juga meyakini bahwa manajemen perusahaan seringkali tidak fokus pada menciptakan nilai bagi pemegang saham dan lebih fokus pada mempertahankan status quo dan memperkuat kekuasaan mereka dalam perusahaan. Oleh karena itu, ia melihat dirinya sebagai aktivis yang membela hak pemegang saham dan memperjuangkan kepentingan mereka.

Dalam pandangan Carl Icahn, membeli saham perusahaan yang undervalued dan melakukan aktivisme korporat untuk meningkatkan nilai saham adalah cara yang efektif untuk menghasilkan keuntungan besar bagi para investor. Ia percaya bahwa dengan membeli saham perusahaan yang undervalued dan memaksa manajemen perusahaan untuk melakukan perubahan yang menguntungkan pemegang saham, ia dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham dan menghasilkan keuntungan yang besar bagi dirinya dan klien-kliennya.

Selain itu, gaya investasi Carl Icahn juga didorong oleh hasratnya untuk menjadi orang yang sukses dan memperoleh keuntungan finansial yang besar. Ia dikenal sebagai seorang investor yang sangat berani dan berani mengambil risiko besar dalam melakukan investasi. Oleh karena itu, gaya investasinya yang agresif dan fokus pada mencari perusahaan undervalued merupakan cara untuk mencapai tujuan finansialnya yang ambisius.



0 Comments: