Sabtu, 22 April 2023

Cara memilih saham untuk Investasi


 





Selain ROE dan EPS, ada beberapa rasio dan faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih saham yang bagus, antara lain:

  1. Price to Earnings Ratio (P/E Ratio): Rasio ini mengukur harga saham perusahaan dibandingkan dengan laba bersih per saham. Semakin rendah P/E ratio, semakin murah harga saham perusahaan dibandingkan dengan laba bersih yang dihasilkan.

  2. Debt to Equity Ratio: Rasio ini mengukur seberapa besar hutang perusahaan dibandingkan dengan modal yang dimilikinya. Semakin rendah rasio ini, semakin baik kondisi keuangan perusahaan.

  3. Dividend Yield: Rasio ini mengukur seberapa besar dividen yang dibayarkan perusahaan dibandingkan dengan harga sahamnya. Dividend yield yang tinggi menandakan bahwa perusahaan memberikan keuntungan tambahan kepada pemegang saham.

  4. Tren kinerja perusahaan: Perhatikan bagaimana kinerja perusahaan selama beberapa tahun terakhir. Apakah laba dan pendapatan perusahaan terus meningkat atau justru menurun?

  5. Potensi pertumbuhan: Perhatikan apakah perusahaan memiliki rencana ekspansi atau pengembangan produk yang dapat meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan di masa depan.

  6. Kondisi industri: Perhatikan kondisi industri tempat perusahaan beroperasi, apakah industri tersebut sedang tumbuh atau mengalami penurunan.

  7. Risiko investasi: Selalu perhatikan faktor risiko yang terkait dengan saham yang akan dibeli, seperti risiko keuangan, risiko pasar, dan risiko reputasi perusahaan.

Memilih saham yang bagus memang memerlukan analisis yang mendalam dan terkadang bisa menjadi rumit. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berpedoman pada prinsip diversifikasi investasi, dengan membagi portofolio Anda ke dalam beberapa sektor industri dan saham yang berbeda-beda. Hal ini dapat membantu Anda mengurangi risiko investasi dan meningkatkan potensi keuntungan dalam jangka panjang.


Tung Desem Waringin adalah seorang motivator dan pengusaha sukses di Indonesia. Menurut beliau, dalam memilih saham yang baik, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Kualitas manajemen: Perusahaan yang memiliki manajemen yang baik akan mampu mengelola perusahaan dengan efektif dan efisien, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Oleh karena itu, sebaiknya pilih perusahaan yang memiliki manajemen yang handal dan berpengalaman.

  2. Potensi pertumbuhan: Pilih perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan di masa depan, seperti perusahaan yang beroperasi di industri yang sedang berkembang atau memiliki produk atau layanan yang inovatif dan diminati oleh pasar.

  3. Fundamental perusahaan: Periksa kinerja keuangan perusahaan, seperti laba bersih, pertumbuhan pendapatan, debt to equity ratio, serta rasio keuangan lainnya. Pastikan perusahaan memiliki fundamental yang kuat dan stabil.

  4. Valuasi saham: Periksa valuasi saham dengan melihat Price to Earnings Ratio (P/E Ratio) dan Price to Book Value (P/BV). Sebaiknya pilih perusahaan yang memiliki valuasi saham yang masuk akal dan wajar.

  5. Diversifikasi portofolio: Sebaiknya jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang dengan memilih saham dari berbagai sektor dan industri yang berbeda-beda. Hal ini dapat membantu Anda mengurangi risiko investasi dan meningkatkan potensi keuntungan dalam jangka panjang.

Namun, perlu diingat bahwa strategi investasi yang efektif dan sukses tidak hanya bergantung pada faktor-faktor di atas. Setiap investor memiliki profil risiko dan tujuan investasi yang berbeda, sehingga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kondisi pasar, risiko investasi, dan pandangan ekonomi global saat memilih saham.***


Link Terkait :

1. Alokasi dan diversifikasi Investasi

2. Jangan taruh telur dalam satu keranjang

3. cara memilih saham menurut warren Buffett


0 Comments: