Rabu, 19 April 2023

Apa itu saham Blue Chip dan apa itu Saham LQ45 ?

 



Di Pasar modal Indonesia, tedapat berapa indeks. Salah satunya adanya indek LQ45 dan saham Blue chip. Saham Blue chp ini merupakan saham-saham perusahaan besar yang memiliki finansial baik dan sudah beroperasi selama bertahun-tahun. 

Saham blue chip ini juga merupakan saham perusahaan yang memiliki pendapatan stabil dan naik, juga perusahaan yang kerap kali memberikan dividen kepada investor. Saham blue chip juga termasuk ke dalam kategori saham paling populer untuk dibeli di kalangan investor dan tegolong sebagai saham yang paling mahal. 

Adapun lima ciri perusahaan kategori saham Blue Chip yaitu Pemimpin di sektor industrinya, memiliki nilai kapitalisasi besar, kinerja perusahaan sudah solid, pembagian dividen yang konsisten, dan sudah ada di bursa sejak lama.

Sementara itu, indeks LQ45 merupakan kumpulan dari saham-saham terbaik yang ada di pasar modal dan terdiri dari 45 emiten yang dilihat dari likuiditasnya. Salah satu kriteria penyeleksian saham LQ45 adalah saham yang sudah tercatat minimal selama tiga bulan di Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas transaksi di pasar reguler yang dilihat dari nilai, volume serta transaksinyaIndeks LQ45 ini memiliki tujuan sebagai pelengkap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang memberikan informasi dan sarana objektif yang terpercaya bagi analisis keuangan, manajer investasi, hingga investor dalam memantau pergerakan harga saham-saham yang aktif setiap harinya.

Saham LQ45 dan saham blue chip memiliki beberapa kesamaan, di mana keduanya merupakan saham-saham dari perusahaan-perusahaan besar dan mapan yang memiliki kinerja keuangan yang baik. Namun, ada beberapa perbedaan antara saham LQ45 dan saham blue chip:

  1. Kriteria seleksi: Saham LQ45 dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) berdasarkan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan volume perdagangan saham. Sementara itu, saham blue chip dipilih berdasarkan reputasi dan stabilitas perusahaan, sehingga tidak ada kriteria yang pasti dan resmi yang ditetapkan.

  2. Jumlah perusahaan: Indeks saham LQ45 terdiri dari 45 perusahaan terbesar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia, sementara itu, saham blue chip tidak memiliki jumlah perusahaan yang pasti dan dapat bervariasi tergantung pada sumbernya.

  3. Diversifikasi sektor: Saham LQ45 berasal dari berbagai sektor yang terdapat di bursa efek Indonesia seperti perbankan, telekomunikasi, properti, makanan, dan lain-lain. Sedangkan saham blue chip tidak terlalu terfokus pada sektor-sektor tertentu.

  1. Kinerja saham: Saham LQ45 tergolong ke dalam saham-saham yang likuid dan dapat diperdagangkan secara aktif di pasar modal Indonesia, sehingga fluktuasi harganya dapat lebih terlihat dan cenderung lebih cepat bereaksi terhadap kondisi pasar. Sedangkan saham blue chip lebih cenderung dianggap sebagai saham yang stabil dan relatif aman, sehingga fluktuasi harganya biasanya lebih rendah.

  2. Tingkat likuiditas: Saham LQ45 merupakan saham-saham yang paling likuid di Bursa Efek Indonesia, sehingga dapat diperdagangkan dengan mudah dan cepat. Sedangkan saham blue chip tidak selalu memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.

  3. Keberadaan indeks: Saham LQ45 merupakan indeks saham yang dihitung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengukur kinerja 45 saham terbesar dan paling likuid di bursa efek Indonesia. Sedangkan saham blue chip tidak memiliki indeks yang resmi dan hanya dianggap sebagai saham-saham yang stabil dan terdiversifikasi dengan baik.

Dalam prakteknya, terdapat beberapa saham yang masuk ke dalam indeks saham LQ45 dan juga dianggap sebagai saham blue chip, namun tidak semua saham blue chip masuk ke dalam indeks LQ45. Meskipun demikian, kedua jenis saham ini memiliki potensi untuk memberikan return yang tinggi dan dianggap sebagai pilihan investasi yang menjanjikan bagi investor jangka panjang.***



0 Comments: